4 Rekomendasi Pola Makan Untuk Balita Underweight

Selain obesitas, kondisi balita underweight juga harus diwaspadai oleh orang tua lho, Bund. Keduanya sama-sama dapat mempengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang buah hati di masa depan.

Sebagaimana dilansir dalam situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kondisi balita underweight dapat diartikan sebagai berat badan rendah akibat gizi kurang.

Nah, mengacu pada Kartu Menuju Sehat yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI, balita dapat dikatakan underweight bila berat badannya jatuh pada zona antara garis hitam dan garis merah (berada diantara angka -3 SD sampai < -2SD).

  • Kondisi balita underweight sendiri bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:
  • Kurang gizi akibat pola makan balita tidak sehat atau balita susah makan.
  • Kurang asupan kalori karena gangguan penyerapan nutrisi seperti inflammatory bowel disease atau celiac disease.
  • Penyakit kronis seperti asma, gangguan jantung, masalah tiroid, atau infeksi yang membuat tubuh balita membakar kalori sangat banyak.

Untuk mengatasi kondisi balita underweight yang tidak disebabkan oleh penyakit, Bunda bisa mencoba rekomendasi pola makan balita berikut ini:

 

1. Hindari Makanan Tinggi Gula dan Lemak

Makanan tinggi gula dan lemak memang bisa menambah berat badan balita underweight, tapi tidak bisa memberikan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal.

Yang wajib ditambahkan dalam pola makan balita justru adalah bahan makanan alami yang berkalori tinggi dan sarat nutrisi, seperti:

  • Kentang, ubi, jagung, roti dan pasta gandum.
  • Produk olahan susu full fat seperti yogurt dan keju.
  • Telur, daging unggas, dan hummus.
  • Mentega, minyak zaitun, dan minyak kelapa.
  • Kacang-kacangan dan kelapa.
  • Buah alpukat, pisang, dan mangga.

 

2. Lima Porsi Sayur dan Buah

Walau asupan kalori balita underweight harus ditingkatkan, sebisa mungkin hindari memberikan makanan dalam porsi besar yang membuat Si Kecil merasa kewalahan hanya dengan melihatnya saja.

Untuk mendorong Si Kecil makan lebih banyak, Moms bisa memberikan porsi kecil dengan frekuensi yang lebih sering.

Makanan juga perlu disajikan dengan cara yang mudah dimakan oleh balita, seperti dipotong kecil atau dimasak dengan lembut.

Nah, idealnya komposisi pola makan harian balita underweight mengandung 5 porsi sayur dan buah. Selain untuk memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral tubuh, konsumsi sayuran dan buah juga akan mencegah berat badan turun.

Sebisa mungkin sajikan buah dan sayuran dengan minimal pengolahan dan tanpa terlalu banyak tambahan gula dan lemak ya, Bund.

 

3. Wajib Dua Porsi Protein Nabati dan Hewani

Dalam pola makan balita underweight, wajib dimasukkan dua porsi protein nabati dan hewani setiap harinya ya, Moms.

Protein akan membantu meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga mampu menyerap nutrisi dari makanan dengan lebih efektif. Dua porsi protein sudah cukup ideal untuk balita yang pencernaannya masih dalam masa tumbuh kembang.

Sumber terbaik protein nabati adalah kacang-kacangan, tempe dan tahu, edamame, atau bayam, sedangkan protein hewani bisa didapat dari daging merah dan daging unggas.

 

4. Camilan Sehat

Bunda, camilan adalah bagian penting untuk meningkatkan berat badan balita underweight. Bukan produk camilan kemasan yang berkalori tinggi tapi rendah kandungan gizi, melainkan camilan yang terbuat dari bahan alami bernutrisi tinggi.

Misalnya saja kue kering berbahan oatmeal, biskuit oles selai kacang, yoghurt tawar campur buah segar, jus buah segar dicampur madu, dan sejenisnya.

Untuk mendukung pola makan balita underweight, Bunda juga perlu menciptakan suasana nyaman di waktu makan dan mendorong Si Kecil terus beraktivitas untuk memancing rasa lapar.

Jangan segan berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan pola makan yang efektif meningkatkan berat badan balita ya, Bund.

Kira-kira, makanan apalagi yang cocok diberikan untuk balita underweight ya, Bunda?

2019-08-12T04:36:16+00:00
Avada WordPress Theme