Meninggal Diusia 4 Bulan Akibat MPASI Dini

Mengenalkan makanan pendamping ASI kepada Si Kecil bisa dimulai ketika usianya sudah menginjak 6 bulan. Dari lahir hingga usianya 6 bulan, asupan makan Si Kecil hanya berasal dari ASI saja. MPASI dini atau MPASI yang diberikan sebelum Si Kecil berusia 6 bulan bisa membahayakan kesehatan tubuhnya hingga menyebabkan kematian. Seperti peristiwa baru-baru ini yang dibagikan melalui sosial media.

Seorang anak usia 4 bulan dilarikan ke unit gawat darurat (UGD) dalam kondisi memprihatinkan, badannya lemah, perut dalam keadaan menggembung besar, tangan dan kaki dingin, serta mengalami kesulitan bernapas. Setelah ditanyakan, hal tersebut terjadi disebabkan karena sang Ibu yang memberikan makan nasi utuh pada anak tersebut.

Pemberian MPASI saja baru diperbolehkan ketika usia anak sudah menginjak 6 bulan dan pemberian MPASInya pun dalam bentuk lumat. Bisa dibayangkan anak usia 4 bulan yang diberikan nasi utuh seperti kejadian di atas?

Kenapa MPASI dini berbahaya?

Pemberian MPASI terlalu dini dalam bentuk apapun bisa membahayakan kesehatan Si Kecil. Hal ini disebabkan karena pencernaan Si Kecil belum terbentuk sempurna dan kondisi fisiknya belum siap mencerna makanan selain ASI.

Baca Juga: Ini Alasan MPASI Harus Diberikan Saat Si Kecil Usia 6 Bulan

Meskipun, maksud Si Ibu memberikan MPASI dini mungkin bertujuan baik seperti khawatir anaknya tidak cukup ASI, masih lapar, atau ingin agar berat badan anaknya bertambah, tetap saja, hal tersebut tidak dibenarkan.

Lalu, apa yang harus dipersiapkan sebelum memberikan MPASI?

Penting untuk diketahui, pemberian MPASI sebaiknya dilakukan setelah masa ASI eksklusif selesai atau ketika Si Kecil sudah berusia 6 bulan. Pemberian makanannya pun tidak boleh sembarangan, ada beberapa aturan yang harus diikuti.

Pada usia 6 hingga 8 bulan atau pemberian awal MPASI sebaiknya diberikan dalam bentuk lumat dengan frekuensi 2-3x dalam sehari dengan tetap memberikan ASI, jumlah yang diberikan pun bertahap sedikit demi sedikit hingga mencapai 2/3 mangkuk setiap kali makan.

Menginjak usia 9-11 bulan, anak diberikan makanan lembik 3x dan 2x makanan selingan dengan tetap memberikan ASI setiap harinya. Jumlah pemberian makanan meningkat seiring dengan bertambahnya usia yaitu 3/4 mangkuk.

Ketika anak sudah berusia 12-24 bulan, makanan yang diberikan sudah dalam bentuk padat, dalam artian anak sudah bisa mengonsumsi nasi utuh. Frekuensi makan diberikan 3x dalam sehari dan 2x makanan selingan serta sesekali diberikan ASI. Pada usia ini, jumlah makanan yang diberikan bisa semangkuk penuh atau sesuai kebutuhannya.

2019-03-29T07:15:50+00:00
Avada WordPress Theme