Kenali Baby Blues bersama Solusinya. Ayah Wajib Tahu Ini!!!

Setiap pasangan menikah pasti menginginkan kehadiran anak diantara mereka. Banyak hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan untuk menjadi orang tua. Selain siap mental namun ada hal penting lainnya yang perlu diketahui bersama menuju kehadiran buah hati. Selain PMS ternyata saat kehamilan hingga setelah melahirkan pun para bunda pasti mengalami perubahan mood yang bahkan beberapa hingga stres. Hal ini disebabkan oleh Baby Blues yang dimana perubahan mood yang terjadi mulai dari rasa seduh,cemas, sampai akhirnya stress. Bila bunda merasakannya lebih awal atau sebelum melahirkan dikenal dengan pre-baby blues. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Gejala baby blues bisa bermacam-macam, antara lain rasa bersedih dan ingin menangis tanpa alasan, ketidaksabaran diri, perasaan kurang nyaman, cemas, sulit tidur, hingga perubahan mood secara tiba-tiba. Sering juga baby blues ditandai dengan rasa takut untuk menjadi ibu yang baik. Gejala-gejala ini bisa berlangsung paling lama 1-2 minggu setelah kelahiran bayi.  Apakah bunda pernah mengalaminya?

Cara mengatasi baby blues

Baby blues bukanlah sebuah penyakit. Faktanya, baby blues dapat hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Meski begitu, baby bluesdapat semakin memburuk ketika Mum kurang tidur. Maka dari itu, sebisa mungkin cukupilah waktu tidur Mum. Bila tidur malam dirasa kurang, sekedar tidur siang sudah lebih dari cukup.

Mengatasi baby blues sebelum melahirkan

Baik saat hamil atau setelah melahirkan baby blues dapat berdampak buruk pada kesehatan sang ibu dan buah hati. Untuk itu, kondisi ini harus ditangani dengan tepat.

Beberapa perawatan yang biasanya direkomendasikan untuk mengatasi pre-baby blues, meliputi:

  • Belajar untuk menenangkan diri dengan latihan pernapasan dan meditasi.
  • Imbangi dengan istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, dan aktivitas fisik yang menyenangkan, seperti olahraga, berkebun, dan lain-lain.
  • Meningkatkan pengetahuan diri mengenai kehamilan dan persalinan untuk mengurangi rasa takut dan cemas menghadapi persalinan.
  • Mengikuti terapi perilaku kognitif (CBT) untuk meningkatkan pikiran-pikiran yang positif dan gaya hidup yang lebih sehat.

Pada kasus ringan, cara yang sudah disebutkan di atas kemungkinan besar akan membantu mengatasi baby blues sebelum melahirkan. Cara tersebut lebih diutamakan ketimbang penggunaan obat yang bisa memberikan efek samping.

Apabila gejala yang dialami cukup parah, dokter mungkin akan mempertimbangkan obat antidepresan tertentu yang aman diminum saat hamil.

Berikut cara yang harus dilakukan para Ayah membantu Bunda mengatasi Baby Blues

Peran Ayah sebagai pasangan juga penting untuk membebaskan Bunda dari baby blues. Ayah harus peka terhadap kondisi Bunda yang mungkin cepat lelah dan merasa tidak yakin bahwa dia mampu merawat bayi. Yakinkan Bunda untuk menjadi ibu yang tegar dan tabah. Tanamkan pada benak Mum bahwa seorang wanita memang tidak bisa menjadi ibu yang sempurna, namun masih bisa menjadi ibu yang baik bagi si Kecil.

Ada beberapa cara yang bisa Anda sebagi suami lakukan untuk istri Anda saat mengatasi baby blues:

  1. Jadilah teman curhat istri

Anda harus bisa menjadi pendengar yang baik untuk keluhan-keluhan yang istri Anda keluarkan.  Ketika berbicara, lihatlah matanya. Selain itu, tentu jangan melakukan perdebatan-perdebatan kurang penting karena hanya akan memperburuk sindrom yang dialami sang istri.

 

  1. Pastikan istri mendapatkan makanan kaya gizi dan seimbang.

Ibu dapat kehilangan banyak energi dan berbagai zat gizi. Bahkan, terlalu banyak karbohidrat malah membuat perubahan mood semakin menjadi-jadi. Maka dari itu Ayahlah harus memastikan bahwa istri mendapatkan makanan dengan gizi seimbang.

 

  1. Ajak istri jalan-jalan keluar untuk menikmati udara segar.

Tentu sehari-hari berhadapan dengan popok bayi dan memberi ASI akan membuat istri bosan, apalagi jika dilakukan terus menerus di rumah. Namun, sebaiknya jangan ajak jalan-jalan bertemu teman, tetangga, ataupun keluarga besar. Bertemu dengan orang yang sudah dikenal bisa membuat istri Anda kewalahan dibombardir oleh sejuta pertanyaan kepo dari mulut-mulut iseng. Ini akan membuat keadaan malah semakin buruk. Anda berdua dengan istri membutuhkan tempat yang asing dan berbeda dari tempat-tempat yang biasa ditemui sehari-hari untuk dapat mengatasi baby blues.

 

 

  1. Bantu pekerjaan rumah yang biasa dilakukan istri.

Dengan meringankan beban pekerjaan istri, Anda akan meringankan beban dalam pikirannya juga. Sempatkan untuk melakukan berbagai pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah seperti menyapu dan mengepel, mencuci dan menyetrika pakaian, hingga memasak. Bayangkan jika istri Anda sedang dalam keadaan berat namun harus tetap mengerjakan semuanya sendiri.

 

  1. Beri waktu bagi istri untuk relaksasi

Tawarkan istri Anda untuk melakukan hal-hal yang akan membuatnya rileks seperti pijat, spa, atau melakukan perawatan diri ke salon. Hal ini akan membantu perasaannya menjadi lebih baik dan bahagia. Sementara istri Anda me time, Anda bisa bermain bersama si kecil.

 

 

  1. Jika dibutuhkan, buat janji temu dengan dokter.

Pergi menemui dokter bukanlah hal yang memalukan untuk mengatasi baby blues. Ceritakan ke istri Anda mengenai sindrom baby blues hingga post partum deppression. Jangan menyuruh istri Anda untuk menghubungi dokter. Bantuan Anda sangat dibutuhkan saat ini, baik itu menghubungi dokter hingga mendampingi saat ke dokter. Menurut Staci Lee Schnell, seorang terapis berlisensi dari American Association of Marriage and Family Therapy yang dilansir dalam Psychnteral, keberadaan suami amat dibutuhkan.

Menghadapi baby blues memang tidak mudah dan kondisi masing-masing keluarga berbeda-beda. Namun salah satu kunci utama untuk menghadapinya adalah dengan selalu menciptakan suasana positif di lingkungan keluarga.

 

2019-06-27T02:36:09+00:00
Avada WordPress Theme